Kesehatan

Apa itu Operasi LASIK

Operasi LASIK adalah salah satu prosedur bedah mata yang menggunakan teknologi laser untuk memperbaiki gangguan refraksi, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Operasi ini bertujuan untuk membuat penglihatan kita menjadi lebih baik, jelas, dan tajam tanpa harus bergantung pada kacamata atau lensa kontak. Namun, apakah operasi LASIK itu perlu? Dengan membaca artikel tentang Apa itu Operasi LASIK ini, kita akan menemukan jawabannya.

Apa saja manfaat, risiko, dan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum menjalani operasi ini? Mari kita simak uraiannya berikut ini:

Apa itu Operasi LASIK

Pengertian Operasi LASIK

LASIK adalah singkatan dari Laser-Assisted In-Situ Keratomileusis. Operasi ini dilakukan dengan menggunakan sinar laser untuk mengikis dan memperbaiki bentuk kornea mata. Kornea adalah lapisan terluar mata yang berfungsi sebagai lensa utama untuk memfokuskan cahaya pada retina. Retina adalah lapisan jaringan saraf di bagian belakang mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak.

Gangguan refraksi terjadi ketika kornea tidak dapat memfokuskan cahaya dengan tepat pada retina, sehingga penglihatan menjadi buram. Ada tiga jenis gangguan refraksi yang umum, yaitu:

  • Rabun jauh (miopia), yaitu kondisi ketika bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu cembung, sehingga cahaya terfokus di depan retina. Akibatnya, objek yang jauh tampak buram.
  • Rabun dekat (hiperopia), yaitu kondisi ketika bola mata terlalu pendek atau kornea terlalu datar, sehingga cahaya terfokus di belakang retina. Akibatnya, objek yang dekat tampak buram.
  • Astigmatisme, yaitu kondisi ketika kornea memiliki bentuk yang tidak simetris, sehingga cahaya tidak terfokus dengan baik pada retina. Akibatnya, objek tampak kabur atau berbayang.

Operasi LASIK bertujuan untuk mengubah bentuk kornea agar cahaya dapat terfokus dengan sempurna pada retina, sehingga penglihatan menjadi lebih baik, jelas, dan tajam. Operasi ini dapat mengatasi gangguan refraksi dengan tingkat keparahan tertentu, yaitu:

  • Rabun jauh tidak lebih dari -12 dioptri
  • Rabun dekat tidak lebih dari +6 dioptri
  • Astigmatisme tidak lebih dari 5 dioptri

Prosedur Operasi LASIK

Operasi LASIK biasanya berlangsung selama 30 menit dan dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Pasien akan diminta untuk berbaring di kursi khusus dan diberikan obat tetes mata untuk menghilangkan rasa sakit selama operasi.
  • Dokter akan menggunakan sebuah alat untuk menahan kelopak mata agar tetap terbuka dan meletakkan sebuah cincin penghisap pada mata yang akan dioperasi untuk mencegah mata bergerak.
  • Dokter akan membuat sayatan tipis pada kornea dengan menggunakan laser atau pisau khusus untuk membentuk flap atau lipatan kornea.
  • Dokter akan mengangkat flap kornea dan mengikis bagian bawah kornea dengan menggunakan laser untuk mengubah bentuknya sesuai dengan gangguan refraksi yang dialami pasien.
  • Dokter akan menempatkan kembali flap kornea dan membiarkannya menempel dengan sendirinya tanpa perlu dijahit.
  • Dokter akan mengulangi proses yang sama pada mata yang lain jika diperlukan.

Setelah operasi, pasien akan diberikan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari cahaya, debu, atau gesekan. Pasien juga akan diberikan obat tetes mata untuk mencegah infeksi dan peradangan, serta obat oral untuk mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan. Pasien biasanya dapat pulang pada hari yang sama, tetapi harus kembali ke dokter untuk pemeriksaan rutin.

Manfaat dan Risiko Operasi LASIK

Operasi LASIK memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan ketajaman penglihatan tanpa harus menggunakan kacamata atau lensa kontak
  • Memperbaiki kualitas hidup dan kepercayaan diri
  • Memberikan hasil yang cepat dan permanen
  • Memiliki tingkat keberhasilan dan kepuasan yang tinggi
  • Memiliki proses penyembuhan yang cepat dan minim rasa sakit

Namun, operasi LASIK juga memiliki beberapa risiko, antara lain:

Related Post
  • Infeksi atau peradangan pada mata
  • Komplikasi pada flap kornea, seperti terlepas, robek, atau bergeser
  • Kerusakan pada kornea, seperti keratoconus, ectasia, atau keratitis
  • Gangguan penglihatan, seperti halos, glare, starbursts, atau double vision
  • Kekeringan pada mata yang membutuhkan penggunaan obat tetes mata secara terus-menerus
  • Kebutuhan untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak lagi karena perubahan pada mata seiring bertambahnya usia
  • Kehilangan penglihatan yang permanen atau tidak dapat diperbaiki

Persyaratan dan Persiapan Sebelum Operasi LASIK

Tidak semua orang dapat menjalani operasi LASIK. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pasien, yaitu:

  • Berusia minimal 18 tahun, karena di bawah usia tersebut mata masih dapat berubah
  • Memiliki mata yang sehat dan tidak mengalami infeksi, luka, atau kelainan
  • Memiliki ketajaman penglihatan yang stabil setidaknya dalam satu tahun terakhir
  • Tidak menderita penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis
  • Tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti karena pengobatan imunosupresif atau HIV/AIDS
  • Tidak menderita gangguan mata tertentu, seperti mata kering, radang kornea, uveitis, herpes simpleks, glaukoma, atau katarak
  • Tidak sedang hamil atau menyusui

Sebelum menjalani operasi LASIK, pasien juga harus melakukan beberapa persiapan, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi mata, tingkat gangguan refraksi, ketebalan kornea, ukuran pupil, dan tekanan mata
  • Menyampaikan riwayat kesehatan secara umum dan obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi kepada dokter
  • Mendengarkan penjelasan dokter mengenai prosedur, manfaat, risiko, dan alternatif operasi LASIK
  • Tidak menggunakan lensa kontak setidaknya selama tiga minggu sebelum operasi
  • Mengonsumsi makanan ringan sebelum operasi dan minum obat yang diresepkan oleh dokter
  • Tidak memakai riasan mata atau aksesoris rambut yang dapat mengganggu posisi kepala saat operasi
  • Membersihkan bulu mata setiap hari menjelang operasi untuk menghilangkan kotoran dan mencegah infeksi

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Operasi LASIK

Setelah menjalani operasi LASIK, pasien harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Menghindari aktivitas yang berat, seperti olahraga, mengangkat beban, atau membungkuk
  • Menghindari aktivitas yang dapat mengiritasi mata, seperti membaca, menonton TV, atau menggunakan komputer
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung, debu, asap, atau benda asing yang dapat masuk ke mata
  • Menghindari mengucek, menyentuh, atau menggosok mata
  • Menghindari mandi air panas, berenang, atau berendam di bak mandi
  • Menghindari penggunaan kosmetik mata, seperti maskara, eyeliner, atau eyeshadow
  • Mengikuti anjuran dokter mengenai penggunaan obat tetes mata, kacamata pelindung, dan j.
  • Mengikuti anjuran dokter mengenai penggunaan obat tetes mata, kacamata pelindung, dan jadwal kontrol

Biaya dan Tempat Operasi LASIK

Biaya operasi LASIK dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti jenis operasi, tingkat kesulitan, teknologi yang digunakan, kualitas layanan, dan lokasi klinik. Secara umum, biaya operasi LASIK berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per mata. Biaya ini biasanya tidak termasuk biaya pemeriksaan mata, obat-obatan, atau perawatan pasca operasi.

Operasi LASIK dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti rumah sakit, klinik mata, atau pusat bedah mata. Namun, tidak semua tempat tersebut memiliki fasilitas, peralatan, dan tenaga medis yang memadai dan berkualitas. Oleh karena itu, sebelum memilih tempat operasi LASIK, ada baiknya untuk melakukan riset dan konsultasi terlebih dahulu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Izin operasional dan akreditasi dari kementerian kesehatan
  • Reputasi dan pengalaman dokter bedah mata yang akan melakukan operasi
  • Teknologi dan peralatan yang digunakan untuk operasi
  • Kebersihan dan kenyamanan lingkungan klinik
  • Testimoni dan ulasan dari pasien sebelumnya
  • Garansi dan jaminan hasil operasi

Operasi LASIK adalah sebuah pilihan yang harus dipertimbangkan dengan serius dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Anda harus siap menghadapi risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi LASIK.

Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan dan bermanfaat bagi kita semua. 😊

Silakan baca juga:

5 Tips Mudah Menjaga Kesehatan Mata

Recent Posts

Mengungkap Misteri Anemia Aplastik

Dunia hiburan Indonesia baru-baru ini kehilangan salah satu bintangnya yang bercahaya, komika Babe Cabita. Dikenal karena kecerdasan dan kehangatan dalam…

4 hari ago

AI Sebagai Teman Tersembunyi dalam Kehidupan Sehari-hari

Di era digital yang serba cepat ini, kita sering kali terpesona dengan kemajuan teknologi yang tampaknya melampaui batas imajinasi kita.…

1 minggu ago

Resep Sederhana Membuat Kolak Ubi Jalar bagi Pemula

Kolak ubi jalar merupakan salah satu hidangan penutup yang sangat digemari di berbagai daerah. Dengan rasa manis alami dan tekstur…

2 minggu ago

Xiaomi Redmi Note 13 Pro 5G Performa Mumpuni

Di era teknologi yang berkembang pesat, kebutuhan akan smartphone dengan konektivitas 5G menjadi semakin penting. Xiaomi Redmi Note 13 Pro…

1 bulan ago

Pantangan Makanan dan Aktivitas Setelah Operasi Hernia

Hernia adalah kondisi di mana sebagian organ tubuh masuk ke dalam organ lain melalui celah yang lemah. Pengobatan hernia biasanya…

1 bulan ago

5 Tips Sukses dalam Bisnis Properti

Bisnis properti adalah salah satu bisnis yang menjanjikan dan menguntungkan. Namun, tidak semua orang bisa berhasil dalam bisnis ini. Ada…

2 bulan ago